Kepulauan Mentawai, Pulau indah dengan salah satu ombak selancar terbaik di dunia

Senin, 05 Agustus 2013

Kepulauan Mentawai, Pulau indah dengan salah satu ombak selancar terbaik di dunia
Kepulauan Mentawai adalah Sebuah kepulauan yang terletak di Kabupaten Mentawai Provinsi Sumatera Barat. Kepulauan Mentawai meliputi 4 pulau besar yakni Pulau Sipora, Pulau Siberut, Pulau Pagai Utara, dan Pulau Pagai Selatan. Siberut adalah pulau terbesar, serta satu-satunya Pulau yang memiliki layanan pelayaran reguler yang menghubungkan Siberut dengan Pulau Sumatera terutama Padang. Sebagai sebuah pulau terbesar pusat kota dan administrasi mentawai juga terdapat di Pulau ini tepatnya di kota Tuapejat yang letaknya berada di Sebelah Utara.

Pulau-pulau di Mentawai tersebut merupakan puncak dari suatu “punggung” rangkaian pegunungan di bawah laut. Selain itu lokasi pulau-pulaunya juga berada di lepas pantai Provinsi Sumatera Barat dan di kepung oleh Samudera Hindia yang luas. Keberadaan kepulauan Mentawai yang berada di tengah lautan luas tersebut, membuat pantai-pantai di Mentawai terkenal memiliki pasir yang bersih serta pemandangan yang indah, sementara ombaknya juga bagus terutama untuk selancar

Tercatat tidak kurang dari 400 titik surfing berada di kepulauan Mentawai, dari mulai ombak yang sedang sampai ombak yang paling menantang yang di cari peselancar dunia. Wajar kiranya jika di pantai-pantai yang memiliki ombak yang bagus tersebut sering diadakan even selancar tingkat dunia, yang semakin mengenalkan nama Mentawai ke mancanegara. Desa bosua adalah salah satu diantara tujuan selancar yang terkenal di dunia ombak di desa Bosua mencapai 3 meter sehingga cocok untuk siapapaun yang suka memntang adrenalin, tetapi hati-hati dengan pantainya yang agak berkarang. Desa Bosua bisa di tempuh dengan menggunakan speedboat dari ibukota kabupaten yakni Tuapejat dan memakan waktu sekitar 4 jam.

Pulau Nyang Nyang di Desa Katurei juga memiliki ombak tinggi yakni mencapai 4 meter, dan di sebut sebagai salah satu ombak tertinggi di dunia. Tempat lain yang memiliki ombak yang tinggi adalah Pulau Karamajat yang masih terdapat dalam Desa Katurei ombak di tempat ini bisa mencapai 2-4 meter. Apabila menginginkan sebuah pantai yang memiliki ombak yang aman dan tenang untuk keluarga maka Pulau Siruso dan Pantai Bulasat adalah pantai yang cocok karena memiliki ombak yang rendah, pasirnya yang putih serta air lautnya yang jernih.

Selain objek wisata pantai dan selancar, Mentawai juga menawarkan objek wisata trekking ke hutan pedalaman tropis yang masih asri hijau alami dengan berbagai satwanya yang hidup di dalamnya. Sementara masyarakat setempat yang di kenal dengan masyarakat Mentawai masih tradisional dan memegang teguh tradisi mereka. Desa-desa budaya yang di kenal masih mempertahankan adat dan budayanya yang asli antara lain Desa Madobak, Desa Ugai, dan Desa Matotonan.

Untuk menuju Kepulauan mentawai maka bisa diakses dengan menggunakan kapal motor yang melayani penyebranagan dari Padang ke Mentawai. Atau jika memiliki budget lebih maka bisa menyewa pesawat kecil yakni Tiger Air atau SMAC ke Tuapejat di Pulau Sipora dari Bandara Internasional Minangkabau.
Continue Reading | komentar (5)

Taman Nasional Taka Bonerate Kepulauan Selayar Sulawesi Selatan

 Taman Nasional Taka Bonerate Kepulauan Selayar Sulawesi Selatan
Takabonerate adalah Taman Laut Nasional yang terletak di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Jarak dari Benteng, ibu kota Kabupaten Kepulauan Selayar adalah 25 kilometer. Sementara kalau dari Kota Makassar sekitar 300 kilometer. Terhitung jauh memang. Tapi, saya berani menjamin, teman-teman tidak akan kecewa. Saya berani bilang begini, tentu ada alasannya.

Teman-teman tahu Kwajalein di Kepulauan Marshall? Atau pernah mendengar Suvadiva di Kepulauan Maladewa? Mereka berada di peringkat pertama dan kedua sebagai karang atol terbesar di dunia. Lalu, di peringkat ketiga? . Takabonerate berada di posisi ketiga. Oleh karena itulah, pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menjadikan Takabonerate sebagai salah satu ikon wisata bahari selain Tanjung Bira di Bulukumba. Bahkan, oleh Kementerian Lingkungan Hidup RI pada 7 Februari 2005 Takabonerate diajukan masuk dalam daftar tentatif (sementara) Situs Warisan Dunia UNESCO.

Kenapa sih Takabonerate layak untuk di kunjungi ?

Asal-usul Takabonerate adalah sebuah gunung berapi yang meletus dan sisa-sisanya terendam sekitar 2.000 meter di bawah permukaan laut. Terbentuklah terumbu karang. Lantas, aneka tanaman laut mulai tumbuh disana. Sampai-sampai ada satu bagian yang lapang sekali mirip sabana di daratan. Orang-orang menyebutnya padang lamun. Tak jauh beda kok dengan padang rumput. Bedanya, padang lamun ini hidup di laut dengan berbunga, berbuah, dan berbiji. Ikan-ikan kecil nan lucu acap kali main-main di situ. Berkejaran satu sama lain. Tak ubahnya kuda-kuda yang berkejaran di padang rumput.


Topografi atau lekuk tubuh Takabonerate sangat menarik, berupa atol seluas 220.000 hektar yang terdiri atas pulau-pulau karang dan rataan terumbu yang begitu luas tersebar hingga 500 kilometer persegi. Kalau air laut sedang pasang, ada beberapa pulau yang masih nongol di permukaan, sisanya tenggelam. Jadi, buat teman-teman yang belum punya lisensi menyelam atau masih amatiran atau hanya bernyali untuk snorkeling, tak perlu khawatir untuk mencoba di sini. Nah, kalau sedang surut terendah, Anda bisa melihat bagian yang berupa daratan kering dari karang dengan genangan air yang mirip kolam-kolam kecil.

Merujuk pada data yang dihimpun Departemen Kehutanan, Takabonerate memiliki 244 jenis moluska, di antaranya lola (Trochus niloticus), triton (Charonia tritonis), batulaga (Turbo spp.), dan nautilus berongga (Nautilus pompillius). Di salah satu titik, teman-teman bahkan bisa menjumpai begitu banyak nudibranch alias siput telanjang, sampai-sampai disebut Nudibranch Village atau Kampung Nudi. Saya kira, air hangat dengan temperatur 28°C – 32°C adalah salah satu penyebab betahnya mereka beranak-pinak di situ. Selain tentu juga karena ketersediaan makanan dan tempat tinggal yang disajikan oleh sekitar 261 jenis terumbu karang dari 17 famili, di antaranya Acropora palifera, Pavona clavus, Fungia concinna, dan sebagainya. Mayoritas mereka berkolaborasi membentuk terumbu karang atol (barrier reef) dan terumbu tepi (fringing reef). Dan, di sinilah 295 jenis ikan karang aneka warna juga turut menyandarkan hidup dan bertumbuh dengan riang. Dengan visibiltas berkisar 80 – 100 persen, eagle ray, manta ray, hingga hiu pun bisa dijumpai berlenggak-lenggok di depan teman-teman.

Takabonerate juga merupakan rumah bagi biota penyu. Ada sekitar empat jenis penyu yang bisa ditemukan di kantong-kantong air, meliputi: Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata), Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea), Penyu Tempayan (Caretta caretta) dan Penyu Hijau (Chelonia mydas). Kekayaaan hayati laut membuat Pemerintah Kabupaten Kepulauan menjaga Takabonerate hingga pertumbuhan terumbu karang mencapai rata-rata 41 persen. Bagaimanapun juga, Takabonerate sedang disiapkan jadi destinasi wisata internasional. Biar tak hanya lokal yang bisa menikmati, tapi juga turis mancanegara.

Kapan waktu yang tepat untuk mengunjungi Takabonerate ?

Teman-teman bisa berkunjung ke Takabonerate pada bulan April – Juni atau Oktober – Desember tiap tahunnya. Apabila ingin menyaksikan atraksi wisata yang sesungguhnya di Kabupaaten Selayar khususnya Takabonerate maka saya menyarankan teman-teman berkunjung pada bulan Oktober - Desember untuk ikut dalam even Ekspedisi Takabonerate. Acaranya mencakup International Fishing Tournament, Underwater Exhibition (diving dan snorkeling), exploring, Lomba Fotografi Bawah Laut dan Lomba Foto Darat, Fam Tour, Lomba Penulisan Blog, Parade Joloro Hias, Pagelaran Seni budaya, juga Bakti Lingkungan Hidup.
Apa saja Fasilitas yang di sediakan di Takabonerate ?

Teman-teman yang ingin berkunjung ke Takabonerate dapat mencari informasi di website resmi dinas pariwisata kabupaten selayar disini dan di wesite resmi pihak Taman Nasional Takabonerate disini. Pada situs tersebut terdapat informasi mengenai akomodasi, travel agent, rumah makan, kantor pos, money changer, akomodasi (hotel, wisma, resort, homestay), dll lengkap dengan harga, gambar, dan nomer telepon yang dapat di hubungi. Jika teman-teman ingin sesuatu yang berbeda maka sebaiknya memilih homestay karena selain bisa bermain-main di halaman terumbu karang yang luas, teman-teman juga bisa ikut menyaksikan sekaligus melebur dengan aktivitas tradisional masyarakat suku Bugis dan Bajo yang menetap di situ. Mau melihat proses pengeringan ikan, bisa. Mau mengamati pembuatan kapal kayu, bisa. Ingin ikut mencari kerang laut, bulu babi, atau obrol-obrol santai dengan warga juga bisa. Ssssttt… Buat yang lidahnya selalu penasaran, coba deh kuliner masyarakat sini. Ada ikan bakar, kolak sukun, bakso cakalang, bahkan tie-tie (bulu babi). Pasti jadi pengalaman yang tak terlupakan seumur hidup.

Bagaimana mencapai Takabonerate ?

1. Menggunakan Pesawat Terbang
Dari Bandara Sultan Hasanuddin (Makassar) menuju Bandara H. Aeropala (Selayar). Jadwal penerbangan Aviastar Airlines (DHC-6) setiap hari Sabtu pukul 7.05 Wita dengan harga tiket Rp. 210.000,- dan lama perjalanan ±45 menit. Tarif tersebut belum termasuk Airport Tax. Agen tiket Aviastar di Bandara H. Aroepala Selayar CP an. Rostina HP (085 395 759 311). Agen tiket Aviastar di Makassar CP an. Devi HP (081 355 750 076). Jadwal penerbangan Merpati Airlines (MA-60) setiap hari Senin, Rabu dan Jumat pukul 13.30 Wita dengan harga mulai Rp450- Rp632 ribu. Perjalanan memakan waktu sekitar 40 menit. Pemesanan tiket dapat dilakukan secara online.

2. Menggunakan Bus Umum
Dari Bandara Sultan Hasanuddin (Makassar) menuju terminal Bus Mallengkeri (Makassar) menggunakan taksi dengan biaya Rp. 100.000,-. Bus reguler tersedia di terminal Malengkeri (Makassar) menuju Benteng (Selayar), berangkat pukul 08.00 WITA ke pelabuhan Bira (Bulukumba) dengan tiket Rp. 100.000/orang untuk bus ber AC, dengan waktu tempuh kurang lebih 5 jam termasuk istirahat (makan siang). Dari Pelabuhan Bira perjalanan dilanjutkan dengan menyeberang menggunakan Kapal Ferry selama 2 jam ke Pelabuhan Pamatata (Selayar) kemudian dilanjutkan menuju kota Benteng dengan kisaran waktu 1,5 – 2 jam.

Untuk Mencapai kawasan Taman Nasional Takabonerate dari Benteng, ada 2 jalur yaitu:

Jalur Interpretasi Benteng – Tinabo
Perjalanan menuju Pulau Tinabo diawali dengan perjalanan darat dari Benteng ke Pelabuhan Pattumbukan menggunakan mobil sewaan dengan lama perjalanan 1,5 jam. Setelah itu, perjalanan laut menuju Pulau Tinabo dapat dilakukan menggunakan kapal kayu jolloro dengan waktu tempuh sekitar 4 – 5 jam atau menggunakan kapal cepat (speed boat) dengan waktu tempuh sekitar 1,5 – 2 jam.
Pada jalur ini, para wisatawan dapat menikmati wisata alam yang terdapat di Pulau Tinabo khususnya para penyelam disuguhkan spot-spot penyelaman di Pulau Tinabo, Latondu sedangkan wisata budaya dapat dilakukan di Pulau Tarupa, Pulau Rajuni, dan Pulau Latondu.

Jalur Interpretasi Benteng – Jinato
Perjalanan menuju Pulau Jinato diawali dengan perjalanan darat dari Benteng ke Pelabuhan Pattumbukan menggunakan mobil sewaan dengan lama perjalanan 1,5 jam. Setelah itu, perjalanan laut menuju Pulau Jinato dapat dilakukan menggunakan kapal kayu jolloro dengan waktu tempuh sekitar 6 – 7 jam atau menggunakan kapal cepat (speed boat) dengan waktu tempuh sekitar 2 – 2,5 jam.

Pada jalur ini, para wisatawan dapat menikmati panorama alam yang terdapat di Pulau Jinato, Pulau Lantigiang khususnya para penyelam disuguhkan spot-spot penyelaman di Pulau Jinato sedangkan wisata budaya dapat dilakukan di Pulau Jinato, Pulau Pasitallu Timur, dan Pulau Pasitallu Tengah.
Continue Reading | komentar (10)

Kepulauan Derawan

Kepulauan Derawan
Kepulauan Derawan. Derawan merupakan satu diantara sekian banyak pulau di Kalimantan. Di sekitar pulau Derawan juga terdapat pulau-pulau kecil hingga membentuk gugusan kepulauan Derawan. Karena pesona lautnya yang luar biasa, Derawan menjadi salah satu tempat wisata favorit di wilayah timur Indonesia khususnya di Kalimantan Timur.

Kalimantan sendiri adalah pulau terbesar di negara kepulauan Indonesia dan juga terbesar ketiga di dunia setelah Greenland dan New Guinea. Kata “Kalimantan” berasal dari bahasa Melayu kuno yang berarti “Sungai dari Diamond”. Bagian Utara Kalimantan termasuk wisalayah Serawak Malaysia dan Brunei Darussalam. Suku asli Kalimantan yang terkenal adalah Suku Dayak. Selain Dayak,masih banyak sub etnis lain di Kalimantan. Suku di wilayah timur Kalimantan terdapat suku Kayan – Kenyah Dayak yang tinggal di Kalimantan Timur sepanjang Sungai Mendalam.

Kalimantan merupaka pulau yang dilalui garis khatulistiwa. Musim hujan dimulai sekitar November hingga April dan musim kemarau berlangsung dari Mei hingga Oktober. Namun,di sekitar Kalimantan terkadang ada hujan sebelum, ketika,dan sesudah musim kemaraunya. Suhu udara rata-rata di Kalimantan Timur adalah sekitar 25 Celcius – 35 derajat Celcius.

Kota Persinggahan sebelum ke Derawan

Mengunjungi Derawan, rasanya kurang lengkap jika tidak singgah di beberapa kota Kalimantan Timur yang juga terkenal tempat wisatanya. Beberapa kota yang layak disinggahi atau hanya sekedar transit saja diantaranya Balikpapan, Berau dan Tarakan.

Balikpapan terkenal dengan produksi minyak, dimana Pertamina mendominai perusahaan minyak di Balikpapan. Balikpapan menyumbang total produksi minyak dalam jumlah besar skala nasional. Ada banyak ekspatriat atau pekerja luar negeri tinggal di Kota Balikpapan, dan kebanyakan dari mereka bekerja di perusahaan minyak lokal atau perusahaan minyak luar negeri.

Di Balikpapan, anda bisa menggunakan jasa agen perjalanan (travel) untuk mampir ketempat wisata seperti Crocodile Farm di Teritip, kebun sayur, pasar tradisional untuk berburu kerajinan asli dayak, dan wisata kota lain di sekitar Balikpapan. Untuk memanjakan lidah, anda bisa menemukan banyak restoran makanan laut yang menghidangkan Kepiting Saus Cabai atau Kepiting Goreng dengan bawang putih.

Berau. Kota ini menggunakan falsafah pengembangan kota yang bertumpu pada industri perdagangan dan kayu sebagai roda utama ekonomi lokal. Berau adalah salah satu tempat terdekat dari hutan hutan yang menyebar di sepanjang wilayah Kalimantan. Transit dari Berau, untuk mencapai Derawan anda bisa berlayar di sepanjang sungai Berau dengan perahu. Di Kalimantan khususnya Berau, sungai menjadi moda transportasi paling populer.

Kedua sisi sungai terletak di hutan mangrove dengan berbagai tanaman bakau tropis dan merupakan kesempatan yang baik untuk bisa melihat monyet hidung merah dan ular bakau. Perjalanan Ini membutuhkan waktu sekitar 50 menit untuk pelayaran sungai. Dan masih perlu 1 jam perjalanan menyusuri pantai-pantai di Kalimantan Timur mangrove untuk mencapai Derawan.

Tarakan. sebuah pulau kecil terletak di sebelah timur Kalimantan Timur, dekat Tawao, Malaysia wilayah. Tarakan telah menjadi kota transit populer untuk perdagangan internasional antara Indonesia dan Malaysia pelaku bisnis, situasi ini mendorong munculnya hotel-hotel baru di sekitar kota. Jika Anda ingin membeli produk Malaysia tertentu seperti makanan ringan, produk susu, dan produk toilet Tarakan akan menjadi tempat yang sempurna untuk itu. Diperlukan waktu sekitar 3 jam dengan perahu untuk mencapai Derawan dari Tarakan.
Pulau di Kepulauan Derawan

Sebagai gugusan pulau yang menarik, terdapat beberapa pulau di Derawan yang sayang untuk dilewatkan. Setidaknya terdapat empat pulau di kepulauan Derawan seperti Pulau Derawan, Pulau Sangalaki, Pulau Kakaban, dan Pulau Maratua.

Di Pulau Derawan, anda bisa menemui penyu pada setiap penyelaman di Derawan, penyu juga ditemukan datang di darat setiap malam untuk berkembang biak. Ada juga tokek yang sering dijumpai tepat di bawah cottage dan restoran.

Pulau Kakaban berbentuk seperti danau raksasa di tengah laut. Danau raksasa ini terbentuak belasan ribu thaun silam melalui proses geologi. Di Pulau Kakaban terdapat banyak diving point dan yang paling terkenal adalah Barracuda diving point. Di Kakaban banyak terdapat ubur-ubur.

Pulau Maratua menawarkan pertunjukan megangkan seperti pertunjukan di Colosseum Roma. Banyak binatang laut bisa anda temui seperti barakuda, ikan hiu biru, karang emas dan merah. Ekosistem alami ini sering kali memperlihatkan bagaimana kawanan ikan pemangsa memburu ikan-ikan kecil yang menjadi makannya.

Pulau Sangalaki memiliki koloni ikan Manta Ray (ikan pari/pee). Ikan ini tidak terganggu dengan kehadiran penyelam. Namun anda harus berhati-hati karena ikan ini bisa menyetrum anda. Ikan berukuran dari 3,5 meter hingga yang raksasa dengan panjang 6 meter.
Akses ke Pulau Derawan

Jika berangkat dari Jakarta, gunakan penerbangan ke Balikpapan dan dilanjutkan ke Tanjung Redep, Berau. Dari Tanjung Redep menggunakan perjalanan darat ke penyeberangan Tanjung Batu. Dari Tanjung Batu, Pulau Derawan dapat dicapai menggunakan speedboat. Speed boat adalah transportasi praktis untuk mengunjungi pulau-pulau di Derawan.


Akomodasi di Kepulauan Derawan

Untuk menuntaskan kunjungan di Derawan, anda bisa memilih akomodasi dari yang murah hingga yang mahal. Travel agent biasanya melayani wisatawan mancanegara menawarkan harga dalam dolar, untuk domestik tawar saja pakai rupiah. Penginapan berupa homestay harga sewanya berkisar sekitar Rp 100.000,- . Banyak Homestay tersebut adalah rumah penduduk setempat yang sudah dimodifikasi. Jika menginginkan yang lebih mewah, anda bisa memilihi bungalow dengan kisaran harga Rp 300.000,- hingga jutaan rupiah. Anda tertarik? Ayo langsung saja berlibur ke Pulau Derawan dan nikmati keindahannya.
Continue Reading | komentar (4)

Wisata Kepulauan Wakatobi Sulawesi Tenggara

Wisata Kepulauan Wakatobi Sulawesi Tenggara
Wisata Kepulauan Wakatobi Sulawesi Tenggara. Kami rasa 'The Next' objek wisata anda adalah Kepulauan Wakatobi di Sulawesi Tenggara, mengapa ? Jika anda salah satu wisatawan yang gemar menikmati keindahan laut maka Kepulauan Wakatobi yang terletak di Sulawesi Tenggara ini adalah salah satu tujuan wisata anda. Nah, Kepulauan Wakatobi ini berada di Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara. Hampir sama seperti Raja Ampat Papua, objek wisata ini juga terdiri dari empat pulau utama. Nah, berikut lebih lengkap mengenai Wisata Kepulauan Wakatobi Sulawesi Tenggara.

Ternyata, nama 'Kepulauan Wakatobi' itu berasal dari nama empat pulau yang ada di Kabupaten Wakatobi, mereka adalah Pulau Wangiwangi, Kalidupa, Tomia, dan Binongko. Kabupaten wakatobi sendiri ibu kota nya adalah Wangi-wangi, dan secara garis besar Astronomis Indonesia, Kepulauan Wakatobi ini masih dilintasi Garis Khatulistiwa sama seperti wilayah Kalimantan yaitu Pontianak.

Sebagai daerah yang beriklim Tropis, Kepulauan Waktobi ini memiliki 2 musim, yaitu Musim Hujan dan Musim Kemarau, dan pada tahun 1996, kepulauan Wakatobi ini dinobatkan sebagai Taman Nasional Wakatobi dengan luas area 1,39 juta hektar yang dihiasi dengan berbagai keindahan alam seperti terumbu karang, berbagai jenis spesies ikan, juga hutan mangrove yang berada di Pinggiran Pantai salah satu pulau yang ada di sana.

Wisata Kepulauan Wakatobi Sulawesi Tenggara ini sebenarnya sudah terkenal sejak lama, namun resmi nya dinobatkan sebagai Taman Nasional oleh Pemerintah Indonesia pada tahun 1996. Sepanjang area bawah laut Wakatobi ini terdapat berbagai jenis karang yang menghiasi nya, seperti slop, flat, drop-off, atoll dan underwater cave dan jenis jenis tersebut termasuk karang yang 'langka' dan berwarna-warni, tak heran jika wisatawan asing berkunjung ke Wakatobi ini hanya ingin melihat keindahan karang-karang bawah lautnya.

Sulawesi memang kaya akan Objek Wisata, namun jika melirik Biota lautnya, Wisata Kepulauan Wakatobi lah ahli nya, karena selain terumbu karang anda juga bisa menikmati keindahan beberapa spesies ikan yang tinggal di wilayah bawah laut Kepulauan Wakatobi ini. Setelah di teliti, ternyata Spesies Ikan langka yang ada di perairan Kepulauan Wakatobi ini ada 93 Jenis, yaitu (Cephalopholus argus), takhasang (Naso unicornis), pogo-pogo (Balistoides viridescens), napoleon (Cheilinus undulatus), ikan merah (Lutjanus biguttatus), baronang (Siganus guttatus), Amphiprion melanopus, Chaetodon specullum, Chelmon rostratus, Heniochus acuminatus, Lutjanus monostigma, Caesio caerularea, dan masih banyak lagi.

Nah, bagaimana ? apakah anda salah satu wisatawan yang gemar menikmati keindahan bawah laut ? Apakah anda tertarik untuk berkunjung ke Wisata Kepulauan Wakatobi Sulawesi Tenggara ini ?
Continue Reading | komentar (11)

Keindahan Surga Taman Laut Wisata Kepulauan Padaido (Biak, Papua)

Keindahan Surga Taman Laut Wisata Kepulauan Padaido (Biak, Papua)
Keindahan Surga Taman Laut Wisata Kepulauan Padaido (Biak, Papua). Sebagai pecinta alam bawah laut tidak lengkap rasanya tanpa menyambangi Kepulauan Padaido.Lautan yang begitu bening hingga Anda bisa menyaksikan terumbu karang dan ikan berwarna-warni di bawah laut. Kepulauan yang terdiri dari 30 pulau kecil dan terletak di sepanjang sisi tenggara Pulau Biak.

Pulau ini memiliki keindahan taman laut yang paling indah di dunia, sehingga mengundang para divers (penyelam) dari dalam dan luar negeri. Padaido adalah sebuah kepulauan yang terdiri dari 30 pulau kecil, dan terletak di sepanjang sisi tenggara Pulau Biak, Papua. Dahulu kepulauan ini bernama Kepulauan Schouter, berasal dari nama pemimpin rombongan pelaut Belanda yang pertama kali menemukan kepulauan itu pada 1602, William Schouter.

Berbicara tentang makna, Padaido berasal dari bahasa setempat yang berarti keindahan yang tak dapat diungkapkan. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Biodiversity Conservation Network (BCN), Kepulauan Padaido merupakan salah satu tempat, yang memiliki keragaman hayati ekosistem koral terbesar di dunia. Karang di kepulauan ini menyimpan 95 spesies koral, dan 155 spesies ikan, seperti berbagai jenis hiu karang dan gurita serta berbagai kekayaan maritim lainnya. Kepulauan Padaido merupakan gugusan pulau-pulau karang dengan 30 pulau, yang berada di Samudera Pasifik pada sisi sebelah timur Pulau Biak.

Gugusan pulau-pulau tersebut memiliki keindahan pantai dan berbagai jenis habitat seperti atol, karang tepi, dan goa-goa bawah laut (Pemda Biak, 2005). Kepulauan Padaido memiliki luas terumbu karang untuk reef flat sekitar 9.252,1 ha2 dan deep reef 328,2 ha.Beberapa penyelam internasional berpendapat bahwa kawasan pantai Padaido, merupakan salah satu kawasan yang memiliki terumbu karang yang paling spektakuler di dunia.

Maka dari itu, taman laut ini sangat cocok untuk petualangan menyelam dan snorkeling. Hanya membutuhkan waktu 1 jam dari pelabuhan Bosnik untuk mencapai kepulauan Padaido dengan menggunakan motor boat, dan sekitar 3-4 jam menggunakan kano dayung. Pulau ini menawarkan berbagai daya tarik, gua bawah laut, dan terowongan untuk dijelajahi. Biak memang terkenal dengan wisata diving-nya seperti yang ada di Nabire, teluk Cendrawasih yang juga merupakan salah satu tempat favorit disini. rutenya, setelah sampai di pelabuhan Tiptop, yang ada di Biak, kalian dapat langsung menyewa speedboat untuk menuju kepulauan Padaido. perjalanan melintasi laut dan seru ini hanya sekitar tiga jam lamanya. sambil di perjalanan kalian dapat juga menemukan perahu nelayan yang masih tradisional mencari ikan, dan beberapa lumba-lumba muncul di permukaan air yang sangat biru waah terasa indah banged.. oya perlu juga diperhatikan untuk waktu pasang surut air laut disini saat berkunjung, kondisi air laut yang cepat surut, bisa membahayakan karena banyaknya karang yang bisa beresiko menjungkal kapal perahu.

Saat berkunjung wisata kepulau ini ada baiknya membawa bekal makanan yang cukup, karena setelah di air dan menghabiskan cukup banyak energi pasti rasa lapar akan terasa. kalau kalian berencana menginap, didekat kepulauan Padaido, juga ada penginapan yang bisa disewakan, memang penginapan yang ada di Wundi Guesthouse bukan merupakan penginapan yang mewah dan banyak fasilitasnya, tapi dapat dijadikan tempat istirahat yang nyaman untuk bermalam. begitu sampai dan siap untuk menyelam di gua bawah laut Wundi, perlu berhati-hati dan usahakan untuk menggunakan daya apung yang bagus, agar tidak terjatuh diatas kawasan acropora, sehingga keindahan karang yang alamI disana dapat tetap terjaga. untuk sampai pada gua bawah laut ini, kalian perlu menyelam sampai kedalaman 12 meter, begitu sampai dibawah, kita akan menemukan pintu gua yang besarnya sekitar 2 meter, dan ada beberapa bangkai bekas kapal karam, bangkai pesawat udara juga beberapa peralatan perang lain.. menarik ya! sebaiknya kalian melakukan wisata menyelam ini di saat cuaca matahari terik, sehingga pantulan cahaya matahari dapat menyinari sampai di kedalaman 15 meter dan tidak perlu lagi membawa lampu untuk penerangan.

(Disadur dari berbagai sumber )

Sebagai pecinta alam bawah laut tidak lengkap rasanya tanpa menyambangi Kepulauan Padaido.Lautan yang begitu bening hingga Anda bisa menyaksikan terumbu karang dan ikan berwarna-warni di bawah laut. Kepulauan yang terdiri dari 30 pulau kecil dan terletak di sepanjang sisi tenggara Pulau Biak. Pulau ini memiliki keindahan taman laut yang paling indah di dunia, sehingga mengundang para divers (penyelam) dari dalam dan luar negeri. Padaido adalah sebuah kepulauan yang terdiri dari 30 pulau kecil, dan terletak di sepanjang sisi tenggara Pulau Biak, Papua. Dahulu kepulauan ini bernama Kepulauan Schouter, berasal dari nama pemimpin rombongan pelaut Belanda yang pertama kali menemukan kepulauan itu pada 1602, William Schouter.



Berbicara tentang makna, Padaido berasal dari bahasa setempat yang berarti keindahan yang tak dapat diungkapkan. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Biodiversity Conservation Network (BCN), Kepulauan Padaido merupakan salah satu tempat, yang memiliki keragaman hayati ekosistem koral terbesar di dunia. Karang di kepulauan ini menyimpan 95 spesies koral, dan 155 spesies ikan, seperti berbagai jenis hiu karang dan gurita serta berbagai kekayaan maritim lainnya. Kepulauan Padaido merupakan gugusan pulau-pulau karang dengan 30 pulau, yang berada di Samudera Pasifik pada sisi sebelah timur Pulau Biak. Gugusan pulau-pulau tersebut memiliki keindahan pantai dan berbagai jenis habitat seperti atol, karang tepi, dan goa-goa bawah laut (Pemda Biak, 2005). Kepulauan Padaido memiliki luas terumbu karang untuk reef flat sekitar 9.252,1 ha2 dan deep reef 328,2 ha.Beberapa penyelam internasional berpendapat bahwa kawasan pantai Padaido, merupakan salah satu kawasan yang memiliki terumbu karang yang paling spektakuler di dunia.

Maka dari itu, taman laut ini sangat cocok untuk petualangan menyelam dan snorkeling. Hanya membutuhkan waktu 1 jam dari pelabuhan Bosnik untuk mencapai kepulauan Padaido dengan menggunakan motor boat, dan sekitar 3-4 jam menggunakan kano dayung. Pulau ini menawarkan berbagai daya tarik, gua bawah laut, dan terowongan untuk dijelajahi. Biak memang terkenal dengan wisata diving-nya seperti yang ada di Nabire, teluk Cendrawasih yang juga merupakan salah satu tempat favorit disini. rutenya, setelah sampai di pelabuhan Tiptop, yang ada di Biak, kalian dapat langsung menyewa speedboat untuk menuju kepulauan Padaido. perjalanan melintasi laut dan seru ini hanya sekitar tiga jam lamanya. sambil di perjalanan kalian dapat juga menemukan perahu nelayan yang masih tradisional mencari ikan, dan beberapa lumba-lumba muncul di permukaan air yang sangat biru waah terasa indah banged.. oya perlu juga diperhatikan untuk waktu pasang surut air laut disini saat berkunjung, kondisi air laut yang cepat surut, bisa membahayakan karena banyaknya karang yang bisa beresiko menjungkal kapal perahu.

Saat berkunjung wisata kepulau ini ada baiknya membawa bekal makanan yang cukup, karena setelah di air dan menghabiskan cukup banyak energi pasti rasa lapar akan terasa. kalau kalian berencana menginap, didekat kepulauan Padaido, juga ada penginapan yang bisa disewakan, memang penginapan yang ada di Wundi Guesthouse bukan merupakan penginapan yang mewah dan banyak fasilitasnya, tapi dapat dijadikan tempat istirahat yang nyaman untuk bermalam. begitu sampai dan siap untuk menyelam di gua bawah laut Wundi, perlu berhati-hati dan usahakan untuk menggunakan daya apung yang bagus, agar tidak terjatuh diatas kawasan acropora, sehingga keindahan karang yang alamI disana dapat tetap terjaga. untuk sampai pada gua bawah laut ini, kalian perlu menyelam sampai kedalaman 12 meter, begitu sampai dibawah, kita akan menemukan pintu gua yang besarnya sekitar 2 meter, dan ada beberapa bangkai bekas kapal karam, bangkai pesawat udara juga beberapa peralatan perang lain.. menarik ya! sebaiknya kalian melakukan wisata menyelam ini di saat cuaca matahari terik, sehingga pantulan cahaya matahari dapat menyinari sampai di kedalaman 15 meter dan tidak perlu lagi membawa lampu untuk penerangan.

(Disadur dari berbagai sumber )

Continue Reading | komentar (4)

Sejarah Awal Adanya Suku Dayak

Sejarah Awal Adanya Suku Dayak di Indonesia - Suku dayak,adalah suku yang sangat fenomenal yang ada di negara Indonesia,karena terkenal akan kekuatan magisnya, Kata Dayak berasal dari kata "Daya" yang artinya hulu, untuk menyebutkan masyarakat yang tinggal di pedalaman atau perhuluan Kalimantan umumnya dan Kalimantan Barat.

Asal Mula Adanya Suku Dayak

Pada tahun (1977-1978) saat itu, benua Asia dan pulau Kalimantan yang merupakan bagian nusantara yang masih menyatu, yang memungkinkan ras mongoloid dari asia mengembara melalui daratan dan sampai di Kalimantan dengan melintasi pegunungan yang sekarang disebut pegunungan “Muller-Schwaner”. Suku Dayak merupakan penduduk Kalimantan yang sejati. Namun setelah orang-orang Melayu dari Sumatra dan Semenanjung Malaka datang, mereka makin lama makin mundur ke dalam.

Belum lagi kedatangan orang-orang Bugis, Makasar, dan Jawa pada masa kejayaan Kerajaan Majapahit. Suku Dayak hidup terpencar-pencar di seluruh wilayah Kalimantan dalam rentang waktu yang lama, mereka harus menyebar menelusuri sungai-sungai hingga ke hilir dan kemudian mendiami pesisir pulau Kalimantan. Suku ini terdiri atas beberapa suku yang masing-masing memiliki sifat dan perilaku berbeda.

Suku Dayak pernah membangun sebuah kerajaan. Dalam tradisi lisan Dayak, sering disebut ”Nansarunai Usak Jawa”, yakni sebuah kerajaan Dayak Nansarunai yang hancur oleh Majapahit, yang diperkirakan terjadi antara tahun 1309-1389 (Fridolin Ukur,1971). Kejadian tersebut mengakibatkan suku Dayak terdesak dan terpencar, sebagian masuk daerah pedalaman. Arus besar berikutnya terjadi pada saat pengaruh Islam yang berasala dari kerajaan Demak bersama masuknya para pedagang Melayu (sekitar tahun 1608).

Sebagian besar suku Dayak memeluk Islam dan tidak lagi mengakui dirinya sebagai orang Dayak, tapi menyebut dirinya sebagai orang Melayu atau orang Banjar. Sedangkan orang Dayak yang menolak agama Islam kembali menyusuri sungai, masuk ke pedalaman di Kalimantan Tengah, bermukim di daerah-daerah Kayu Tangi, Amuntai, Margasari, Watang Amandit, Labuan Lawas dan Watang Balangan. Sebagain lagi terus terdesak masuk rimba. Orang Dayak pemeluk Islam kebanyakan berada di Kalimantan Selatan dan sebagian Kotawaringin, salah seorang Sultan Kesultanan Banjar yang terkenal adalah Lambung Mangkurat sebenarnya adalah seorang Dayak (Ma’anyan atau Ot Danum)

Tidak hanya dari nusantara, bangsa-bangsa lain juga berdatangan ke Kalimantan. Bangsa Tionghoa diperkirakan mulai datang ke Kalimantan pada masa Dinasti Ming tahun 1368-1643. Dari manuskrip berhuruf kanji disebutkan bahwa kota yang pertama di kunjungi adalah Banjarmasin. Tetapi masih belum jelas apakah bangsa Tionghoa datang pada era Bajarmasin (dibawah hegemoni Majapahit) atau di era Islam.

Kedatangan bangsa Tionghoa tidak mengakibatkan perpindahan penduduk Dayak dan tidak memiliki pengaruh langsung karena langsung karena mereka hanya berdagang, terutama dengan kerajaan Banjar di Banjarmasin. Mereka tidak langsung berniaga dengan orang Dayak. Peninggalan bangsa Tionghoa masih disimpan oleh sebagian suku Dayak seperti piring malawen, belanga (guci) dan peralatan keramik.

Sejak awal abad V bangsa Tionghoa telah sampai di Kalimantan. Pada abad XV Raja Yung Lo mengirim sebuah angkatan perang besar ke selatan (termasuk Nusantara) di bawah pimpinan Chang Ho, dan kembali ke Tiongkok pada tahun 1407, setelah sebelumnya singgah ke Jawa, Kalimantan, Malaka, Manila dan Solok. Pada tahun 1750, Sultan Mempawah menerima orang-orang Tionghoa (dari Brunei) yang sedang mencari emas. Orang-orang Tionghoa tersebut membawa juga barang dagangan diantaranya candu, sutera, barang pecah belah seperti piring, cangkir, mangkok dan guci (Sarwoto kertodipoero,1963)

Dibawah ini ada beberapa adat istiadat bagi suku dayak yang masih terpelihara hingga kini, dan dunia supranatural Suku Dayak pada zaman dahulu maupun zaman sekarang yang masih kuat sampai sekarang. Adat istiadat ini merupakan salah satu kekayaan budaya yang dimiliki oleh Bangsa Indonesia, karena pada awal mulanya Suku Dayak berasal dari pedalaman Kalimantan.

* Upacara Tiwah

Upacara Tiwah merupakan acara adat suku Dayak. Tiwah merupakan upacara yang dilaksanakan untuk pengantaran tulang orang yang sudah meninggal ke Sandung yang sudah di buat. Sandung adalah tempat yang semacam rumah kecil yang memang dibuat khusus untuk mereka yang sudah meninggal dunia.

Upacara Tiwah bagi Suku Dayak sangatlah sakral, pada acara Tiwah ini sebelum tulang-tulang orang yang sudah mati tersebut di antar dan diletakkan ke tempatnya (sandung), banyak sekali acara-acara ritual, tarian, suara gong maupun hiburan lain. Sampai akhirnya tulang-tulang tersebut di letakkan di tempatnya (Sandung).

* Dunia Supranatural

Dunia Supranatural bagi Suku Dayak memang sudah sejak jaman dulu merupakan ciri khas kebudayaan Dayak. Karena supranatural ini pula orang luar negeri sana menyebut Dayak sebagai pemakan manusia ( kanibal ). Namun pada kenyataannya Suku Dayak adalah suku yang sangat cinta damai asal mereka tidak di ganggu dan ditindas semena-mena. Kekuatan supranatural Dayak Kalimantan banyak jenisnya, contohnya Manajah Antang. Manajah Antang merupakan cara suku Dayak untuk mencari petunjuk seperti mencari keberadaan musuh yang sulit di temukan dari arwah para leluhur dengan media burung Antang, dimanapun musuh yang di cari pasti akan ditemukan.

Mangkok merah. Mangkok merah merupakan media persatuan Suku Dayak. Mangkok merah beredar jika orang Dayak merasa kedaulatan mereka dalam bahaya besar. “Panglima” atau sering suku Dayak sebut Pangkalima biasanya mengeluarkan isyarat siaga atau perang berupa mangkok merah yang di edarkan dari kampung ke kampung secara cepat sekali. Dari penampilan sehari-hari banyak orang tidak tahu siapa panglima Dayak itu. Orangnya biasa-biasa saja, hanya saja ia mempunyai kekuatan supranatural yang luar biasa. Percaya atau tidak panglima itu mempunyai ilmu bisa terbang kebal dari apa saja seperti peluru, senjata tajam dan sebagainya.

Mangkok merah tidak sembarangan diedarkan. Sebelum diedarkan sang panglima harus membuat acara adat untuk mengetahui kapan waktu yang tepat untuk memulai perang. Dalam acara adat itu roh para leluhur akan merasuki dalam tubuh pangkalima lalu jika pangkalima tersebut ber “Tariu” ( memanggil roh leluhur untuk untuk meminta bantuan dan menyatakan perang ) maka orang-orang Dayak yang mendengarnya juga akan mempunyai kekuatan seperti panglimanya. Biasanya orang yang jiwanya labil bisa sakit atau gila bila mendengar tariu.

Orang-orang yang sudah dirasuki roh para leluhur akan menjadi manusia dan bukan. Sehingga biasanya darah, hati korban yang dibunuh akan dimakan. Jika tidak dalam suasana perang tidak pernah orang Dayak makan manusia. Kepala dipenggal, dikuliti dan di simpan untuk keperluan upacara adat. Meminum darah dan memakan hati itu, maka kekuatan magis akan bertambah. Makin banyak musuh dibunuh maka orang tersebut makin sakti.

Mangkok merah terbuat dari teras bambu (ada yang mengatakan terbuat dari tanah liat) yang didesain dalam bentuk bundar segera dibuat. Untuk menyertai mangkok ini disediakan juga perlengkapan lainnya seperti ubi jerangau merah (acorus calamus) yang melambangkan keberanian (ada yang mengatakan bisa diganti dengan beras kuning), bulu ayam merah untuk terbang, lampu obor dari bambu untuk suluh (ada yang mengatakan bisa diganti dengan sebatang korek api), daun rumbia (metroxylon sagus) untuk tempat berteduh dan tali simpul dari kulit kepuak sebagai lambang persatuan. Perlengkapan tadi dikemas dalam mangkok dari bambu itu dan dibungkus dengan kain merah.

Menurut cerita turun-temurun mangkok merah pertama beredar ketika perang melawan Jepang dulu. Lalu terjadi lagi ketika pengusiran orang Tionghoa dari daerah-daerah Dayak pada tahun 1967. pengusiran Dayak terhadap orang Tionghoa bukannya perang antar etnis tetapi lebih banyak muatan politisnya. Sebab saat itu Indonesia sedang konfrontasi dengan Malaysia.

Menurut kepercayaan Dayak, terutama yang dipedalaman Kalimantan yang disampaikan dari mulut ke mulut, dari nenek kepada bapak, dari bapak kepada anak, hingga saat ini yang tidak tertulis mengakibatkan menjadi lebih atau kurang dari yang sebenar-benarnya, bahwa asal-usul nenek moyang suku Dayak itu diturunkan dari langit yang ke tujuh ke dunia ini dengan “Palangka Bulau” ( Palangka artinya suci, bersih, merupakan ancak, sebagai tandu yang suci, gandar yang suci dari emas diturunkan dari langit, sering juga disebutkan “Ancak atau Kalangkang” ).

Referensi:
http://way4x.wordpress.com/cerita-tanah-leluhur/sejarah-suku-dayak/
http://terbeselung.blogspot.com/2012/02/inilah-sejarah-dan-asal-usul-suku-dayak.html
http://cahayametafisika.wordpress.com/2012/05/05/mengenal-kebudayaan-ilmu-ghoib-suku-dayak/
Continue Reading | komentar (8)

Wisata Batu Kuda Manglayang Bandung

Minggu, 04 Agustus 2013

Wisata Batu Kuda Manglayang Bandung. Jika anda ingin menikmati indahnya Bandung dari perbukitan gunung Manglayang, tak ayal lagi, tempat wisata Batu Kuda layak anda jajaki. Daerah ini ada di lereng gunung Manglayang didaerah Bandung Timur.

Untuk mencapai daerah wisata perkemahan Batu Kuda, bisa dilewatidari beberapa jalur, kalau saya paling suka lewat jalur Cibiru. Dari Bandung kota kita ambil arah Cibiru, bundaran timur kota Bandung arah Cileunyi.

Kurang lebih 3 km dari bundaran Cibiru ada jalan belok kiri naik keatas, wah saya lupa jalannya.. terus kita ikuti jalur tersebut, bisa dengan menggunakan mobil atau motor naik keatas.

Perjalanan keatas sampai Batu Kuda kurang lebih 7 kiloan, meskipun jalannya agak sempit, tapi enjoy juga dengan suguhan pemandangan dan hawa dingin kota Bandung.

Jika ada kesulitan, bisa langsung tanya sama orang, pasti ditunjukin arah ke Batu Kuda.

Jika kita lanjutkan, nanti kita akan masuk pintu gerbang Wisata Batu Kuda, dengan plang pintu masuk. Setelah bayar di Pos Masuk dengan karcis yang super murah, kita bisa bawa mobil parkir di rindangnya pohon pinus Batu Kuda.

Keistimewaannya disini adalah rindangnya pohon pinus nan tinggi dan tiupan angin sepoi yang kadang berselimut kabut. Emhhmm..

Oiya,. jika perut melilit, ada beberapa penjual makanan, he he he, bisa ngopi atau mengudap mie instan :-)

Nah, jika sudah rehat, baru kita bisa nanjak sekitar 700 meter dari pintu masuk ke arah atas untuk melihat situs batu kuda. Lumayan sambil tracking gunung. Sesampai disana kita akan melihat batu yang mirip kuda, nah inilah yang disebut situs Batu Kuda. Bisa foto-foto disini..

Jika Anda ingin mendaki Gunung Manglayang, tinggal meneruskan, dari penjaga pintu, kurang lebih perlu waktu 4 jam untuk naik ke puncak dengan ketinggian 1810 DPL. Saya pernah mendaki, tapi ndak smpai puncak karena bawa anak2..

Oiya, di wisata Batu Kuda anda bisa berkemah disini dengan aman :-)
Selamat menikmati wisata di Batu Kuda..

www.wisatakebandung.com
Continue Reading | komentar (1)

OBJEK WISATA LAUT

WISATA ALAM

World News

 
Support : Creating Website Copyright © 2011. OBJEK WISATA | TEMPAT WISATA - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger